The Magic of Storytelling

[ad_1]

Kami semua bercerita sepanjang waktu. Ini adalah bagian penting dari bagaimana kita bergaul dengan orang lain. Kami menceritakan lelucon, berbicara tentang apa yang telah kami lakukan dan membuat cerita untuk menghibur orang lain. 'Narasi pribadi', di mana anak-anak menceritakan kisah-kisah tentang pengalaman mereka sendiri, adalah bagian penting dari identitas pribadi. Kemampuan mendongeng juga membantu anak-anak dengan perkembangan literasi dan pembelajaran akademis mereka. Jadi, ini adalah keterampilan yang bagus untuk dipromosikan, bahkan pada anak kecil!

Pada usia 3 tahun, anak-anak tidak diharapkan menjadi pendongeng yang hebat. Mereka hidup sebagian besar pada saat itu dan membutuhkan bantuan sepanjang jalan untuk dapat mengingat kembali hal-hal yang telah terjadi pada mereka. Orang tua dapat membantu mempromosikan keterampilan narasi melalui:

1. Tanggapan orang tua. Misalnya, jika Anda berusia 3 tahun mengatakan "Kami pergi ke Paris", Anda dapat mengatakan "Ya kami pergi ke Paris dan kami naik ke menara. Itu menyenangkan. Apakah Anda ingat mendaki menara? Ada banyak anak tangga. Kami sangat tinggi! … Apa yang bisa kamu lihat dari atas? " Dengan cara ini, Anda membantunya untuk mengingat pengalaman itu.

2. Berbagi penceritaan. Sebagai contoh:

Anda mulai dengan mengatakan "Tom, bukankah itu menyenangkan berenang?"

Tom mengangguk.

Anda menambahkan, "Kamu suka air bukan?"

Tom berkata, "Aku sudah terciprat"

Anda menjawab, "Ya itu benar. Anda banyak terciprat, bukan? Ada cipratan besar. Tapi Anda baik-baik saja".

Tom menambahkan lebih banyak, "Kenakan topiku."

Anda lagi menguraikan apa yang dikatakannya. "Oh ya, kamu memakai topi renangmu. Kamu memakai topi renang biru."

Pada titik ini, orang tua dan anak membangun sebuah cerita dengan bergiliran. Orangtuanya secara aktif mendengarkan apa yang dikatakan oleh anak dan membangunnya dalam respons mereka.

3. Alat peraga ~ penggunaan alat peraga, seperti foto, tiket kereta api, pembungkus icecream, kerikil, dedaunan, dan sebagainya membantu untuk mengingat kembali. Anda dapat melihat mereka, merasakannya, menciumnya, menempelkannya dalam lembar memo dan menggunakannya sebagai pengingat penginderaan di mana Anda berada dan apa yang terjadi.

4. Fokus ~ cobalah dan buat catatan mental tentang hal-hal yang menurut anak Anda paling menarik dalam perjalanan apa pun, daripada apa yang menurut Anda sebagai orang tua paling menarik. Misalnya, jika kereta adalah bagian paling menarik dari perjalanan untuk putra Anda, perhatikan apa pun yang dia katakan tentang kereta mis. "itu berisik!" Ketika Anda menceritakan pengalaman bersama, Anda dapat melihat foto yang diambil dari kereta dan berkata, "Oh, lihat. Kami naik kereta itu. Apakah Anda ingat betapa berisiknya itu?"

Ini mungkin terdengar seperti hal-hal kecil, tetapi jika Anda melakukannya secara teratur, menjadikannya bagian dari pengalaman sehari-hari, mereka akan mendukung pengembangan narasi anak. Ingat bahwa Anda mungkin melakukan lebih banyak cerita daripada anak Anda. Ingatlah untuk menyeimbangkan komentar dengan pertanyaan juga: lebih baik menggunakan lebih banyak komentar dan sedikit pertanyaan. Ketika Anda mengajukan pertanyaan, cobalah memikirkan yang Anda tahu bahwa anak Anda akan dapat menjawab. Jika dia tidak segera menjawab pertanyaan, beri dia sedikit waktu dan kemudian coba 'menyelesaikan kalimat'. Misalnya, Anda dapat mengatakan "Kami naik kereta ke …", dia kemudian dapat menambahkan "Paris!" Anak Anda akan mendapatkan rasa pencapaian dan keterlibatan dengan menyelesaikan kalimat dan berkontribusi pada cerita.

5. Bagikan buku ~ bagikan buku bergambar yang disukai anak Anda, di sekitar karakter dan subjek yang menurut mereka menarik. Ajak anak Anda terlibat dalam bercerita dengan mengajukan pertanyaan mudah kepada mereka dan menggunakan 'penyelesaian kalimat'. Misalnya, Anda bisa mengatakan "Oh, lihat. Dia berubah menjadi …" dan anak itu menyelesaikan kalimatnya.

6. Model 'narasi' pemodelan adalah ketika Anda memberikan cerita dan anak Anda dapat mendengarkan, bergabung dan belajar. Anda dapat berkomentar dan membiasakan bermain saat itu terjadi. Cerita bisa sangat singkat! Misalnya, selama bermain Anda bisa mengatakan "Oooh, dia akan jatuh! Uh oh. Dia jatuh". Atau Anda dapat membuat cerita yang lebih panjang tentang mainan. Anak-anak suka cerita tentang pengalaman sehari-hari, seperti memasak dan pergi ke taman, juga tentang monster dan kisah fantastis lainnya.

Bercerita itu ajaib, jadi apa pun yang Anda lakukan, bantu anak Anda untuk terlibat!

[ad_2]